MANAJEMEN PEMBERDAYAAN PENGAWAS DALAM RANGKA MENUNJANG KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG OTONOMI BIDANG PENDIDIKAN DI KABUPATEN KEBUMEN

OLEH :DALAIL HARIASTA
Abstrak


his aim of this research is to know the implementation of empowerment management of supervisor in support the government policy about education otonomy in Kebumen Regency.
The research method used is qualitative with coleecting data techniques trough in-deepth interviewing and observation. The technique of data analysis is using interactive analysis.


The results of research indicates that supervisors, principals, and teachers in furrow of Technical Implementer Unit of Education and Culture in Kebumen Sub-district have realized that supervisor’s character has shifted, not just in administrations orders, but more in effort to improve teacher’s professionalism to implementate their job. According the result of interview with supervisors, principals, and teachers can known that supervisor’s visit ti schools is an effective manner to socialized many government policy, especially in education, such as : School Based Management ( SBM ), The Implementation Curriculum 2004 or Competency Based Curriculum, and improvement of community involvement in education. Frequently the supervisor’s visit to school / class to discuss many issues with principal and teacher to look for solution spurt on them more democratic, opened, and not afraid when receive supervisor’s visit. In other side supervisor more available to receive critic, suggestion, and input from principal and teacher. This events support cool and dynamic atmosphere to improve the education quality.
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Sejak tahun 2001 Undang-Undang nomor 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah telah diberlakukan. Kebijakan pemerintah tentang otonomi daerah merupakan dasar kewenangan daerah di tingkat kabupaten / kota untuk mengatur dan mengelola kebijakan yang menyangkut pemerintahan daerah. Namun demikian dengan keterbatasan sumber dana dan sumber daya yang dimiliki daerah, hal ini masih menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian dan pemecahan.
Sejalan dengan diberlakukannya Undang-Undang tersebut, kebijakan di bidang pendidikan yang dulu merupakan wewenang pusat dan bersifat sentralistik, sekarang diubah menjadi desentralistik. Maksudnya pemerintah lebih memberikan kewenangan kepada sekolah untuk mengelola program-programnya, yang dikenal dengan Manajemen Berbasis Sekolah. Guna menjamin dan meningkatkan mutu pendidikan, peranan Pengawas Pendidikan menjadi sangat penting karena untuk mengontrol, menilai dan mengevaluasi jalannya proses pendidikan menjadi tugas dan wewenang pengawas. Dengan demikian pembinaan dan pengawasan dapat dilakukan untuk menjadikan sekolah lebih maju dan bermutu.
Mutu pendidikan yang dicapai suatu lembaga pendidikan merupakan pencerminan bahwa lembaga tersebut dikelola dengan baik. Karena dalam hal ini peranan pengawas juga penting, maka seorang pengawas seharusnya handal dan berkualitas, artinya seorang pengawas harus menguasai tugas profesinya. Oleh karena itu pengawas harus diberdayakan seoptimal mungkin. Di samping itu, untuk menunjang otonomi bidang pendidikan, kualitas, fungsi dan peranan pengawas harus ditingkatkan mengingat jumlah maupun latar belakang pengawas yang ada masih sangat beragam, baik dilihat dari ijazah yang dimiliki maupun kinerjanya. Hal ini sangat penting, karena pada kenyataannya saat ini masih banyak pengawas yang kurang memahami tentang tugas dan perannya, atau masih terbelenggu oleh paradigma lama.
Dalam paradigma lama, pengawas lebih banyak melakukan pengawasan dan pemeriksaan dalam bidang administrasi, seperti : memeriksa Rencana Pembelajaran ( RP ), daftar nilai, dan administrasi Kepala Sekolah / kelas yang lain. Dalam paradigma baru, terdapat pergeseran fungsi. Tugas pengawas tidak hanya bersifat administrasi, tetapi lebih bayak pada upaya peningkatan profesionalisme guru.
Menurut Willes ( 1986 : 7 – 25 ) kewajiban pengawas sebagai supervisor adalah memberikan penilaian terhadap komponen sekolah, yaitu kepala sekolah, guru, dan personil lainnya. Willes juga menyatakan bahwa peran seorang supervisor sebagai manajer pendidikan sangat kompleks. Bukan hanya sebagai Quality Control dan Instruction, tetapi sudah meluas pada peningkatan sistem pendidikan secara menyeluruh. Dengan keterbatasan yang ada, maka sasaran dari kepengawasan belum dapat dicapai secara optimal.
Sementara itu, dalam jajaran UPT Dinas P dan K Kecamatan Kebumen terdapat 8 orang pengawas yang bertugas membina sejumlah sekolah baik TK maupun SD. Di sana masih terdapat perbedaan persepsi tentang tugas kepengawasan, baik di kalangan pengawas sendiri, Kepala Sekolah, maupun guru. Perbedaan persepsi ini menyebabkan timbulnya perilaku yang berbeda pula dalam interaksi ketika pengawas berkunjung ke sekolah atau kelas. Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, tidak ada satu unsur yang berkedudukan lebih penting daripada unsur lainnya. Oleh karena itu para stakeholder harus membuka diri terhadap berbagai wawasan tentang pendidikan, termasuk di dalamnya tentang pergeseran tugas dan fungsi pengawasan. Jika masing-masing unsur yang terlibat dalam pendidikan telah memiliki persamaan persepsi tentang tugas dan fungsi kepengawasan, maka diharapkan akan tercipta iklim kerja yang sejuk dan dinamis di kalangan para praktisi bidang pendidikan.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah :
1.Bagaimanakah tanggapan unsur-unsur tenaga kependidikan tentang tugas kepengawasan di UPT Dinas P dan K Kecamatan Kebumen dalam kerangka otonomi daerah ?
2.Bagaimanakah pelaksanaan kepengawasan di UPT Dinas P dan K Kecamatan Kebumen ?
3.Bagaimanakah keterkaitan pemahaman dan pelaksanaan tugas pengawasan dengan kinerja komponen pendidikan ( Kepala Sekolah dan guru ) di UPT Dinas P dan K Kecamatan Kebumen ?

C. Tujuan Penelitian
Tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah :
1.Untuk mengetahui gambaran umum tanggapan unsur-unsur tenaga kependidikan tentang tugas kepengawasan di UPT Dinas P dan K Kecamatan Kebumen dalam kerangka otonomi daerah.
2.Untuk mengetahui pelaksanaan tugas kepengawasan di UPT Dinas P dan K Kecamatan Kebumen.
3.Mengetahui keterkaitan tanggapan dan pelaksanaan tugas pengawasan dengan kinerja komponen pendidikan ( Kepala Sekolah / Guru ) di UPT Dinas P dan K Kecamatan Kebumen.

D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik yang bersifat praktis maupun teoritis sebagai berikut :
1. Manfaat Praktis.
a.Memberikan kontribusi kepada para pengawas tentang pelaksanaan tugas dalam rangka menunjang kebijakan pemerintah tentang otonomi pendidikan.
b.Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi Pemerintah Daerah dalam melakukan rekruitmen maupun penempatan pengawas dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.

2. Manfaat Teoritis.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu bahan kajian dalam upaya mendalami teori kepengawasan yang merupakan salah satu bagian dari sistem pendidikan. Selanjutnya temuan penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan bagi para pengawas dan pihak yang berkepentingan dalam pengambilan kebijakan yang berkenaan dengan peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh.

DAFTAR PUSTAKA
Daulat P. Tampubolon, 2001. Perguruan Tinggi Bermutu Paradigma Baru Manajemen Pendidikan Tinggi Menghadapi Tantangan Abad ke 21. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
Depdikbud, 1996. Pedoman Kerja Pelaksanaan Supervisi. Jakarta : Proyek Peningkatan Mutu Pendidikan .
1998. Jabatan Fungsional Pengawas. Jakarta : Dirjen Dikdasmen.
, 2001, Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Diknas, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Menengah Umum.
E. Mulyasa, 2002. Manajemen Berbasis Sekolah Konsep Strategi dan Implikasi. Bandung : PT. Remaja Rosda Karya.
Gozali Saydam, 1993. Manajemen dan Kepemimpinan. Jakarta : Djambatan.
Lexy J. Moleong, 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Matthew B. Miles and A. Michael Huberman, 1992. Qualitative Data Analysis (terjemahan). Jakarta : UI Press.
Nanang Fattah, 2000. Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Piet. A. Sahertian, 2000. Konsep Dasar & Teknik Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Willes John and Bondi Yoseph, 1986. Supervisor a Guide to Practice. Columbus, Publishing Company.

Tidak ada komentar: